
NahdahNajiyah - Pendekar yang lahir di Rawa Belong ini sering juga disebut sebagai bandit karena aksinya yang mencuri harta para orang-orang kaya. Dalam perjalanan hidupnya, Si Pitung memberikan banyak legenda mulai dari riwayat kehidupannya, petualangan yang ia jalani, hingga penyebab kematiannya. Bukan hanya warga Betawi saja, saking terkenalnya, banyak orang dari suku dan daerah lain yang mengetahui cerita tentang dirinya.
Banyak versi yang menceritakan
tentang perjalanan Si Pitung ini, salah satu diantaranya yang cukup terkenal adalah
ketika Si Pitung yang hendak menjual kambingnya, justru dicuri oleh pencuri (ini
menurut dari Film Si Pitung pada tahun 1970). Ayahnya yang mengetahui bahwa ia
pulang dengan tangan kosong, marah dan menyuruhnya untuk mendapatkan uang itu kembali.
Justru saat itu para pencuri tadi mengajaknya bergabung dengan mereka, setelah
beberapa saat berfikir, akhirnya ia menyetujui untuk bergabung.
Pencurian pertamanya
dilakukan kepada seseorang bernama Haji Saipudin, dengan dalih sebagai pegawai
pemerintahan Belanda yang menawarkan pengawasan pada uang tersebut. Sesuai
julukannya, Si Pitung yang sudah bergabung dengan kelompok pencuri membawa lari
uang tersebut. Tak lama kemudian, karena laporan dari orang yang dicuri
uangnya, Si Pitung juga kawan-kawannya menjadi buronan kompanie pada saat itu.
Ia sempat berhasil ditangkap, tapi lepas kemudian dengan menggunakan tenaga
dalam.
Selain julukannya sebagai
bandit, Si Pitung juga dikenal dengan kemampuan bela diri serta mempunyai tenaga
dalam yang sering dikira sihir oleh masyarakat zaman itu. Haji Naipin yang
merupakan guru dari si Pitung ini akhirnya membuka rahasia dari kesaktian Si
Pitung, dan pemerintah Belanda dapat dengan cepat untuk menangkapnya. Ada juga
versi lainnya seperti, Si Pitung dikhianati temannya, diambil jimat kerisnya,
dan kesaktiannya yang bisa hilang apabila dipotong rambutnya.
Pencurian yang dilakukannya
cukup dikenal karena untuk membantu para orang miskin, karena dalam versi
lainnya disebutkan pada zaman dahulu diberlakukan wajib membayar pajak kepada pemilik
hak di daerah masing-masing.
Diakhir hidupnya, Si
Pitung dikabarkan meninggal karena ditembak menggunakan peluru emas oleh
seorang komisaris polisi bernama Van Hinne, kepercayaan akan ia yang bangkit
dari kubur, membuat para tentara mengawasi makamnya.
Sampai saat ini, cerita
pasti tentang dirinya masih dipertanyakan, karena kisahnya yang terdengar dari
mulut kemulut serta sudah dibumbui agar menjadi suatu cerita yang menarik
perhatian orang. Tapi yang pasti, Si Pitung banyak diceritakan hingga sekarang
karena kehebatannya dalam membantu rakyat kecil, dan tentunya legenda tentang dirinya
masih terismpan jelas di kalangan orang Betawi.